Setiap pemimpin dihadapkan pada sejumlah tantangan. Masalah yang dihadapi pemimpin tidak terbatas pada waktu tempat tertentu dan situasi yang sama. Sebelum pengambilan keputusan bersama masayrakat pemipin melihat hakikat masalah yang ada didukung kuat dengan fakta-fakta yang ada serta relevan. Pemimpin tidak mengandalkan satu solusi, tapi mempunyai beberapa alternatif solusi yang konkret. Terkadang apa yang ada dalam teori belum tentu sama bagi sutau kondisi yang lain. Fokus pada hasil yang capai. Dengan proses yang benar akan mencapai hasil yang benar pula.
Kondisi kedewasaan dalam mentukan putusan sangat berkaitan. Kontroversi dalam keputusan kerap kali muncul. Baik internal maupun eksternal. Manajemen yang sehat dalam jiwa pemipin menjadi faktor yang cukup penting dimilki.
Tahap istimewa dalam kepemimpinan dalam perwujudan masyarakat yang ada melalui kerjasama. Seorang pemimpin tidak akan mamu bertahan lama dalam arus perubahan. Perubahan yang terus memutar butuh energi besar. Turbulence yang ada sedikit-sedikit mampu mengikis idealisme seandainya sulit bekerja sama. Namun, untuk membentuk kerja sama dalam masyarakat butuh kepercayaan dan respect dari masyarakat.
Saat ini perkembangan desa yang memiliki hutan sangat potensial. Desa dengan kuantitas hutan yang besar dan kualits yang tidak kalah saing, belum terpasarkan dengan baik. Hasil kayu petani yang seharusnya mendapat nilai tambah yang lebih belum mendapat apresiasi dari pasar. Hasil yang ada baru sebatas bahan mentah yng kemudian dijual lewat pedagang perantara.
Hal ini jelas membutuhkan penanganan. Permasalah ini diakibatkan bargaining position dari petani yang belum tinggi. Untuk itu perlu semacam kelompok tani atau wadah yang memberikan solusi itu semua. Dengan demikian butuh pemberdayaan yang bukan bersifat give, tetapi partisipastif pengelolaan hasil hutan. Namun, saat ini belum ada yang mampu menyelaraskan perjuangan.
Sejatinya sosok pemimpin yang mampu hidup dan membangun titik temu dalam kebersaman. di tengah masyarakat hutan. Pemikiran yang luas tentang peranan hutan tidak hanya pada skala mikro tetapi makro dan isu-isu internasional. Selain itu, bagaimana memadukan pemberdayaan hutan yang lestari dengan membangun perekonomian desa.
Pergerakan yang ada dalam dalam pemimpin lokal yang berpikiran global ibarat piramida terbalik. Energi yang kuat dimulai pemimpin mampu menghidupkan dengan modal yang tinngi dari IQ, SQ dan, EQ. Pemimpin lokal mampu menjawab tantangan global yang deras, tetapi disisi lain upaya tindakan yang nyata melalui aski local pembrdayaan masyarakat sekita hutan.
Kesadaran masyarkat mampu digerakkan oleh pemimpin lokal yang berpikiran global. Sekarang, di beberapa tempat masyarkay cenderung apatis terhadap masalah kehutanan. Bagaimana mungkin kebijakan yang ada dalam konsep manajemen kolaboratif mampu diaplikasikan? Faktor masyarakat menjadi komponen yang utama. Kalau dilihat dari sudut pandang besar maka akan tampak Work In silence. Pemberdayaan masyarakat dalam mengelola kehutanan berdampak peningkatan ekonomi. Peran tidak langsung berupaya meningkatkan motivasi dalam usaha pemamfaatan hasil hutan baik kayu maupun non kayu sesuai asas pelestarian hasil.
No comments:
Post a Comment